Budaya Kota Luwuk Banggai Sulawesi Tengah

Budaya yang masih dipertahankan sampai saat ini yaitu Upacara Adat Molabot Tumpe. Tumpe merupakan Upacara Adat yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan September pada musim pertama bertelurnya burung Maleo, yakni, burung endemik Sulawesi yang hidup di kawasan Bakiriang, Kecamatan Batui.

Upacara Molabot Tumpe dilaksanakan oleh masyarakat Kota Banggai (Kabupaten Banggai Kepulauan) dan masyarakat Kecamatan Batui (Kabupaten Banggai). Upacara Molabot Tumpe merupakan rangkaian Adat Istiadat Kerajaan Banggai masa lampau yang punya pertalaian sejarah dengan berdirinya Kabupaten Banggai dan Banggai Kepulauan.

Prosesi Molabot Tumpe, akan diawali dengan pengumpulan telur burung Maleo oleh perangkat Adat Batui sebanyak 160 butir. Setelah itu telur dikumpulkan di Rumah Ketua Adat, dilanjutkan dengan menyiapkan perahu dan pengantar telur Maleo sebanyak 7 orang, terdiri 3 orang dari Tua-Tua Adat dan 4 orang pendayung. Sebelum diberangkatkan ke Banggai, telur Maleo akan dibungkus dengan daun Komunong (sejenis Daun Palma).

20141202_162026

Maleo-3

Bagi masyarakat Batui belum boleh memakan telur burung Maleo sebelum / selama telur tersebut belum dipersembahkan (diantar) ke Banggai. Konon bila ada masyarakat Batui yang melanggar ketentuan, biasanya akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya sakit. Dan bila itu terjadi dan kebetulan kulit telur Maleo jatuh ke sungai atau ke laut, maka kulit tersebut akan hanyut sampai ke Banggai. Kejadian itu lazimnya akan mendatangkan hujan deras dan angin kencang.

sumber : http://chesachyntia.student.umm.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *